Edit This Page

Kustomisasi Service DNS

Laman ini menjelaskan cara mengonfigurasi DNS PodUnit Kubernetes yang paling sederhana dan kecil. Sebuah Pod merepresentasikan sebuah set kontainer yang dijalankan pada kluster kamu. kamu dan menyesuaikan proses resolusi DNS pada klaster kamu.

Sebelum mulai

Kamu harus memiliki klaster Kubernetes, dan perangkat baris perintah kubectl juga harus dikonfigurasikan untuk berkomunikasi dengan klaster kamu. Jika kamu belum punya klaster, kamu dapat membuatnya dengan menggunakan Minikube, atau kamu dapat menggunakan salah satu tempat bermain Kubernetes ini:

Klaster kamu harus menjalankan tambahan (add-on) CoreDNS terlebih dahulu. Migrasi ke CoreDNS menjelaskan tentang bagaimana menggunakan kubeadm untuk melakukan migrasi dari kube-dns.

Kubernetes servermu harus ada di versi yang sama atau lebih baru v1.12. Untuk melihat versi, tekan kubectl version.

Pengenalan

DNS adalah Service bawaan dalam Kubernetes yang diluncurkan secara otomatis melalui addon manager add-on klaster.

Sejak Kubernetes v1.12, CoreDNS adalah server DNS yang direkomendasikan untuk menggantikan kube-dns. Jika klaster kamu sebelumnya menggunakan kube-dns, maka kamu mungkin masih menggunakan kube-dns daripada CoreDNS.

Catatan: Baik Service CoreDNS dan kube-dns diberi nama kube-dns pada field metadata.name. Hal ini agar ada interoperabilitas yang lebih besar dengan beban kerja yang bergantung pada nama Service kube-dns lama untuk me-resolve alamat internal ke dalam klaster. Dengan menggunakan sebuah Service yang bernama kube-dns mengabstraksi detail implementasi yang dijalankan oleh penyedia DNS di belakang nama umum tersebut.

Jika kamu menjalankan CoreDNS sebagai sebuah Deployment, maka biasanya akan ditampilkan sebagai sebuah Service Kubernetes dengan alamat IP yang statis. Kubelet meneruskan informasi DNS resolver ke setiap Container dengan argumen --cluster-dns=<dns-service-ip>.

Nama DNS juga membutuhkan domain. Kamu dapat mengonfigurasi domain lokal di kubelet dengan argumen --cluster-domain=<default-local-domain>.

Server DNS mendukung forward lookup (record A dan AAAA), port lookup (record SRV), reverse lookup alamat IP (record PTR), dan lain sebagainya. Untuk informasi lebih lanjut, lihatlah DNS untuk Service dan Pod.

Jika dnsPolicy dari Pod diatur menjadi default, itu berarti mewarisi konfigurasi resolusi nama dari Node yang dijalankan Pod. Resolusi DNS pada Pod harus berperilaku sama dengan Node tersebut. Tapi lihat Isu-isu yang telah diketahui.

Jika kamu tidak menginginkan hal ini, atau jika kamu menginginkan konfigurasi DNS untuk Pod berbeda, kamu bisa menggunakan argumen --resolv-conf pada kubelet. Atur argumen ini menjadi "" untuk mencegah Pod tidak mewarisi konfigurasi DNS. Atur ke jalur (path) berkas yang tepat untuk berkas yang berbeda dengan /etc/resolv.conf untuk menghindari mewarisi konfigurasi DNS.

CoreDNS

CoreDNS adalah server DNS otoritatif untuk kegunaan secara umum yang dapat berfungsi sebagai Service DNS untuk klaster, yang sesuai dengan spesifikasi dns.

Opsi ConfigMap pada CoreDNS

CoreDNS adalah server DNS yang modular dan mudah dipasang, dan setiap plugin dapat menambahkan fungsionalitas baru ke CoreDNS. Fitur ini dapat dikonfigurasikan dengan menjaga berkas Corefile, yang merupakan berkas konfigurasi dari CoreDNS. Sebagai administrator klaster, kamu dapat memodifikasi ConfigMapAn API object used to store non-confidential data in key-value pairs. Can be consumed as environment variables, command-line arguments, or configuraton files in a volume. untuk Corefile dari CoreDNS dengan mengubah cara perilaku pencarian Service DNS pada klaster tersebut.

Di Kubernetes, CoreDNS diinstal dengan menggunakan konfigurasi Corefile bawaan sebagai berikut:

apiVersion: v1
kind: ConfigMap
metadata:
  name: coredns
  namespace: kube-system
data:
  Corefile: |
    .:53 {
        errors
        health {
            lameduck 5s
        }
        ready
        kubernetes cluster.local in-addr.arpa ip6.arpa {
            pods insecure
            fallthrough in-addr.arpa ip6.arpa
            ttl 30
        }
        prometheus :9153
        forward . /etc/resolv.conf
        cache 30
        loop
        reload
        loadbalance
    }

Konfigurasi Corefile meliputi plugin berikut ini dari CoreDNS:

  • errors: Kesalahan yang ditampilkan ke output standar (stdout)
  • health: Kesehatan dari CoreDNS dilaporkan pada http://localhost:8080/health. Dalam sintaks yang diperluas lameduck akan menangani proses tidak sehat agar menunggu selama 5 detik sebelum proses tersebut dimatikan.
  • ready: Endpoint HTTP pada port 8181 akan mengembalikan OK 200, ketika semua plugin yang dapat memberi sinyal kesiapan, telah memberikan sinyalnya.
  • kubernetes: CoreDNS akan menjawab pertanyaan (query) DNS berdasarkan IP Service dan Pod pada Kubernetes. Kamu dapat menemukan lebih detail tentang plugin itu dalam situs web CoreDNS. ttl memungkinkan kamu untuk mengatur TTL khusus untuk respon dari pertanyaan DNS. Standarnya adalah 5 detik. TTL minimum yang diizinkan adalah 0 detik, dan maksimum hanya dibatasi sampai 3600 detik. Mengatur TTL ke 0 akan mencegah record untuk di simpan sementara dalam cache.
    Opsi pods insecure disediakan untuk kompatibilitas dengan Service kube-dns sebelumnya. Kamu dapat menggunakan opsi pods verified, yang mengembalikan record A hanya jika ada Pod pada Namespace yang sama untuk alamat IP yang sesuai. Opsi pods disabled dapat digunakan jika kamu tidak menggunakan record Pod.
  • prometheus: Metrik dari CoreDNS tersedia pada http://localhost:9153/metrics dalam format yang sesuai dengan Prometheus (dikenal juga sebagai OpenMetrics).
  • forward: Setiap pertanyaan yang tidak berada dalam domain klaster Kubernetes akan diteruskan ke resolver yang telah ditentukan dalam berkas (/etc/resolv.conf).
  • cache: Ini untuk mengaktifkan frontend cache.
  • loop: Mendeteksi forwarding loop sederhana dan menghentikan proses CoreDNS jika loop ditemukan.
  • reload: Mengizinkan reload otomatis Corefile yang telah diubah. Setelah kamu mengubah konfigurasi ConfigMap, beri waktu sekitar dua menit agar perubahan yang kamu lakukan berlaku.
  • loadbalance: Ini adalah load balancer DNS secara round-robin yang mengacak urutan record A, AAAA, dan MX dalam setiap responnya.

Kamu dapat memodifikasi perilaku CoreDNS bawaan dengan memodifikasi ConfigMap.

Konfigurasi Stub-domain dan Nameserver Upstream dengan menggunakan CoreDNS

CoreDNS memiliki kemampuan untuk mengonfigurasi stubdomain dan nameserver upstream dengan menggunakan plugin forward.

Contoh

Jika operator klaster memiliki sebuah server domain Consul yang terletak di 10.150.0.1, dan semua nama Consul memiliki akhiran .consul.local. Untuk mengonfigurasinya di CoreDNS, administrator klaster membuat bait (stanza) berikut dalam ConfigMap CoreDNS.

consul.local:53 {
        errors
        cache 30
        forward . 10.150.0.1
    }

Untuk memaksa secara eksplisit semua pencarian DNS non-cluster melalui nameserver khusus pada 172.16.0.1, arahkan forward ke nameserver bukan ke /etc/resolv.conf

forward .  172.16.0.1

ConfigMap terakhir bersama dengan konfigurasi Corefile bawaan terlihat seperti berikut:

apiVersion: v1
kind: ConfigMap
metadata:
  name: coredns
  namespace: kube-system
data:
  Corefile: |
    .:53 {
        errors
        health
        kubernetes cluster.local in-addr.arpa ip6.arpa {
           pods insecure
           fallthrough in-addr.arpa ip6.arpa
        }
        prometheus :9153
        forward . 172.16.0.1
        cache 30
        loop
        reload
        loadbalance
    }
    consul.local:53 {
        errors
        cache 30
        forward . 10.150.0.1
    }

Perangkat kubeadm mendukung terjemahan otomatis dari ConfigMap kube-dns ke ConfigMap CoreDNS yang setara.

Catatan: Sementara ini kube-dns dapat menerima FQDN untuk stubdomain dan nameserver (mis: ns.foo.com), namun CoreDNS belum mendukung fitur ini. Selama penerjemahan, semua nameserver FQDN akan dihilangkan dari konfigurasi CoreDNS.

Konfigurasi CoreDNS yang setara dengan kube-dns

CoreDNS mendukung fitur kube-dns dan banyak lagi lainnya. ConfigMap dibuat agar kube-dns mendukung StubDomains dan upstreamNameservers untuk diterjemahkan ke plugin forward dalam CoreDNS. Begitu pula dengan plugin Federations dalam kube-dns melakukan translasi untuk plugin federation dalam CoreDNS.

Contoh

Contoh ConfigMap ini untuk kube-dns menentukan federasi, stub domain dan server upstream nameserver:

apiVersion: v1
data:
  federations: |
    {"foo" : "foo.feddomain.com"}
  stubDomains: |
    {"abc.com" : ["1.2.3.4"], "my.cluster.local" : ["2.3.4.5"]}
  upstreamNameservers: |
    ["8.8.8.8", "8.8.4.4"]
kind: ConfigMap

Untuk konfigurasi yang setara dengan CoreDNS buat Corefile berikut:

  • Untuk federasi:
federation cluster.local {
    foo foo.feddomain.com
}
  • Untuk stubDomain:
abc.com:53 {
    errors
    cache 30
    forward . 1.2.3.4
}
my.cluster.local:53 {
    errors
    cache 30
    forward . 2.3.4.5
}

Corefile lengkap dengan plugin bawaan:

.:53 {
    errors
    health
    kubernetes cluster.local in-addr.arpa ip6.arpa {
        pods insecure
        fallthrough in-addr.arpa ip6.arpa
    }
    federation cluster.local {
        foo foo.feddomain.com
    }
    prometheus :9153
    forward . 8.8.8.8 8.8.4.4
    cache 30
}
abc.com:53 {
    errors
    cache 30
    forward . 1.2.3.4
}
my.cluster.local:53 {
    errors
    cache 30
    forward . 2.3.4.5
}

Migrasi ke CoreDNS

Untuk bermigrasi dari kube-dns ke CoreDNS, artikel blog yang detail tersedia untuk membantu pengguna mengadaptasi CoreDNS sebagai pengganti dari kube-dns.

Kamu juga dapat bermigrasi dengan menggunakan skrip deploy CoreDNS yang resmi.

Selanjutnya